BLORA, – Pagi ini, Jumat (20/2/2026), suasana Dukuh Mulyorejo, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, terasa berbeda. Di bawah sinar matahari yang mulai menghangat, sejumlah prajurit Kodim 0721/Blora bersama warga setempat bahu-membahu memperbaiki rumah sederhana milik Mbah Kasri (62).
Rumah yang selama ini ditempati Mbah Kasri tergolong tidak layak huni. Dinding yang rapuh dan bagian bangunan yang mulai rusak menjadi saksi perjalanan hidupnya. Namun pagi itu, harapan baru mulai dibangun, bata demi bata disusun, adukan semen diratakan, dan pondasi diperkuat.
Personel Koramil 10/Kradenan tak sekadar hadir memberi instruksi. Mereka ikut mengangkat material, mencampur semen, hingga membantu proses pemasangan pondasi. Kebersamaan itu menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dan rakyat yang selama ini digaungkan.
Danramil 10/Kradenan, Kapten Inf Sugianto, mengatakan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat di wilayah binaan.
“Ini adalah tindak lanjut perintah komando atas untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Kami ingin memastikan warga memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman,” ujarnya di sela kegiatan.
Di sudut lokasi pembangunan, mbah Kasri tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Matanya berkaca-kaca melihat rumahnya yang kini perlahan berubah. Ia tak pernah membayangkan akan mendapatkan bantuan sebesar itu.
“Saya sangat senang dan bersyukur. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan warga semua yang sudah membantu,” ucapnya lirih.
Gotong royong pagi itu bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga menumbuhkan harapan dan semangat baru. Di Dukuh Mulyorejo, kebersamaan menjadi pondasi utama, menguatkan bukan hanya rumah yang dibangun, tetapi juga rasa persaudaraan di antara mereka. (pw)

Komentar
Posting Komentar